Minggu, 08 Februari 2015
IMAGINATION ISLAND
TOKOH-TOKOH DALAM CERITA :
SALSA
Nama lengkapnya Damih Salsabeela. Gadis kecil berumur 10 tahun ini menjadi tokoh utama dalam cerita ini. Ayahnya adalah seorang penemu dan ibunya adalah ibu rumah tangga. Cita-citanya ingin meneruskan jejak ayahnya. Ia anak yang aktif, bijak, selalu termakan rasa penasaran, tidak gampang menyerah dan selalu berusaha. Karena dia anak yang mandiri, orangtuanya merasa tak perlu repot-repot menjaganya.
PROFESOR HUSEIN
Seorang pria tua yang di tabrak oleh Salsa di tengah jalan ketika Salsa pulang sekolah. Berkat peristiwa tabrakan kecil itu, Salsa dan Profesor jadi saling kenal dan akrab. Bisa di bilang, peristiwa itu mengakibatkan Salsa berpetualang di Dunia Khayalan.
ZIYA
Anak perempuan yang sangat tomboi yang usianya agak tua tiga bulan daripada Salsa nama lengkapnya adalah Hilmatuzziya. Ramah, baik, suka menolong, itulah sifatnya. Salsa mengenal Ziya saat masuk ke Dunia Khayalan. Ia anak dari wanita keturunan Romawi. Ziya dan kakeknya telah berbaik hati membantu Salsa dan Profesor Husein mengalahkan Raja Monster agar mereka bisa kembali ke dunia yang “sebenarnya”.
YAMUS
Kakeknya Ziya. Usianya sebaya dengan Profesor Husein. Kakek Ziya yang satu ini juga suka menolong seperti cucunya. Yamus adalah ayah dari ibu Ziya yang keturunan Romawi. Dalam cerita ini, ia memanggil Salsa dengan nama “Damih”.
PROLOG
Pukul Sembilan malam …, saatnya bagi Salsa tidur. Ia segera beranjak ke kamarnya, lalu berbaring di ranjang. Tiba-tiba Ibu datang.
“Selamat tidur, Salsa Sayang …,” ucap ibu sambil mengecup dahi Salsa.
“Selamat malam juga, bu,” balas Salsa. Ibu mematikan lampu sambil keluar dari kamar. Salsa mulai memejamkan mata. Zzzz …
***
Dukkk!
“Aduduh …,” gumam Salsa. Ia mengeluh karena sebuah bantal yang besar menimpanya. Segera ia jauhkan bantal besar itu dari tubuhnya.
Salsa baru sadar bahwa sekarang dia bukan di kamar, tapi di ruangan lain. Ruangan itu berisi banyak komputer, teleskop, tabung, kotak, suntik, dan peralatan lainnya yang tidak di ketahui oleh Salsa.
Dimana ini? Tempatnya seperti laboratorium milik ayah! Apa ini laboratorium milik ayah? tanyanya pada diri sendiri dalam hati.
TAP … TAP …TAP … Terdengar sebuah suara orang yang berjalan. Suara kaki yang melangkah itu menuju arah Salsa! Ia menjadi ketakutan.
Pintu terbuka. Muncul seorang lelaki tua, dengan botak separuh di depan dan rambutnya sudah beruban. Lelaki tua itu memakai kacamata, dan jas putih.
“Hei! Ternyata kau disini, Halwaa! Aku sudah mencarimu dua jam! Kau membuatku cemas! Dasar kamu Anak Nakal!” bentak lelaki tua itu.
Salsa diam tanda tidak mengerti maksud lelaki tua ini membentaknya, dengan nama “Halwaa”.
“Kenapa kau diam? Oh … Kau sedih, ya, karena aku membentakmu? Maafkan aku, ya … Aku bukan bermaksud begitu, tapi memberimu pelajaran,” ucap si lelaki tua itu. Ekspre-sinya seperti bersalah.
“Nama kakek siapa?” tanya Salsa.
“Hahaha! Kau seperti tak tau saja! Masa’, kau lupa? Aku ini, kakekmu! Profesor Husein. Kau ini pelupa sekali, Halwaa!” Profesor Husein menjawab pertanyaan Salsa dengan tertawa-tawa.
“Ada apa maksud kakek ingin bertemu denganku?”
“Aku punya kejutan untukmu! Aku membuat penemuan lagi! Tapi, penemuan kali ini fantastis!” Profesor Husein berjalan menuju meja komputer. Ia berjongkok, lalu menundukkan kepala-nya. Ia mengambil kotak dari kolong meja rupanya!
Profesor Husein membawa kotak itu pada Salsa. Kemudian, dia membukanya.
“Ini adalah sebuah penemuan terbaruku, kunamai ‘Mesin Komik’! Akan kutunjukkan cara memakainya padamu!” ujar Profesor Husein. Salsa memperhatikan mesin komik itu. Banyak tombol-tombol warna-warni, dan berbagai bentuk tombol. Ada tombol berbentuk panah, bulat, dan lain-lain. Ada juga layar monitor.
Profesor Husein memencet tombol yang berwarna ungu, lalu di layar monitor, muncul tulisan “Mengeluarkan Buku Komik. Funny Story.”. Tiba-tiba, keluar sebuah komik dari mesin tersebut! Seperti kertas HVS yang di print keluar dari mesin printer-nya!
Profesor Husein memberikan komik itu pada Salsa. Salsa membaca judulnya. Funny Story! Judulnya seperti tulisan yang muncul di layar monitor! Keren banget! batin Salsa dalam hati. Ia segera membaca isinya. Kadang-kadang, Salsa tertawa-tawa membaca komik itu karena geli.
“Bagaimana, Halwaa? Lucu, bukan? Kau suka, tidak?” Profesor Husein meminta pendapat Salsa dengan tersenyum saat Salsa selesai memabaca.
“Hihihi … Lucu sekali, Kek! Sehla —si tokoh utama, sedang menonton televisi. Acaranya menakutkan, dia bergidik dan berteriak sekencang-kencangnya, lalu berlari mengambil kayu milik ayahnya dan memukul televisi itu saking ketakutan, sehingga televisinya rusak!” Salsa bercerita di sela-sela tawanya. “Lalu, satu lagi! Adiknya Sehla —Habeeb, bermain game di komputer. Peraturan game-nya adalah menebak isi kotak-kotak yang di jajarkan. Jika salah akan di kejutkan dengan boneka yang keluar dari kotak dan diiringi suara menyeramkan. Jika benar di beri tanda benar. Jadi, jawabannya Habeeb salah! Boneka yang keluar dari kotak dan suara menyeramkan itu membuatnya terkejut! Sehingga di tonjoknya layar monitor komputernya. Dan layar monitornya rusak, deh!”
“Ya! Aku juga tahu! Aku yang membuat komik itu! Selain profesor, aku ini mantan komikus!” Profesor Husein menanggapi.
“Hebat sekali!” decak Salsa kagum sambil tersenyum.
***
BERSAMBUNG~
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar