Minggu, 08 Februari 2015
IMAGINATION ISLAND (PART 2)
TOK! TOK! TOK!
Suara ketukan pintu dari ibu berhasil membangunkan Salsa dari mimpi yang menyenang-kan juga mengasyikkan.
“Huuahhm …” Salsa menutup mulutnya. Ia segera membuka pintu.
“Nah! Sudah bangun kamu! Ayo, segera mandi dan shalat!” perintah ibu.
“Baik, bu,” jawab Salsa. Ibu tersenyum lalu kembali memasak di dapur. Sedangkan, Salsa mengambil handuk dan segera ke kamar mandi.
Kemudian, Salsa memakai seragam sekolah, lalu segera melaksanakan shalat Subuh karena sudah pukul enam pagi. Usai shalat, dia berjalan menuju ruang makan. Ibu telah menyiapkan nasi goreng sosis juga ayam goreng.
Sambil mengunyah ayam goreng, Salsa melamun dan berpikir. Hmmm … Apa Profesor Husein itu ayah yang sudah tua, ya? Tapi … Namaku, kok, di sebut Halwaa? Ayah, kan, tahu namaku? Mungkin, di dalam mimpiku, ayah mengira namaku Halwaa. Ayah, kan, juga pernah bilang tentang anak kecil yang bernama Halwaa dalam masa depan dan menceritakan mesin yang aneh! Oiyaya … Kok, aku bisa lupa, ya?
“Salsa, jangan melamun! Cepat habiskan makananya! Nanti kamu terlambat!” seru ibu membuyarkan lamunan Salsa.
“Uh-Oh … Maaf, ya, bu,” Salsa tergagap. “Oh, ya, bu. Ayah, kok, nggak ikut sarapan? Masih asyik di laboratorium, ya?”
“Iya. Nanti, ibu akan bawakan teh manis dan nasi goreng untuk ayah. Sudah habis, kan, nasi gorengnya? Nah, minum susunya!”
Salsa segera meminum susu cokelatnya yang masih hangat. Lalu, ia mengambil tas ransel, sepatu dan kaus kaki. Tas di pakainya di ruang tamu, sepatu dan kaus kaki di pakai di teras rumah. Setelah berpamitan dengan ibu (Salsa tidak bisa berpamitan pada ayahnya karena beliau sedang di laboratorium bawah tanah, dan tidak bisa diganggu), dia berangkat ke sekolah dengan sepeda.
***
KRIIIIIINGGG ....!
Akhirnya bel berb
unyi setelah sekian lamanya Salsa menanti bel itu. Bel pulang! Ia cepat-cepat mengemasi alat-alat tulisnya dan buku-bukunya yang berserakan di mejanya, juga di laci mejanya.
“Baiklah, Anak-Anak! Kalian boleh pulang! Berhubung besok ada rapat yang sangat penting, esok ... kalian LIBUR!” umum wali kelas 5-1, Pak Irwan.
Murid-murid bersorak keras sekali memenuhi ruangan. Mereka langsung menyerbu pintu kelas untuk keluar. Salsa segera berlari ke luar halaman sekolah dengan cepat dan menaiki sepedanya. Ia mengayuh sepedanya kencang-kencang. Hal yang membuatnya terburu-buru adalah karena mesin komik yang ada dalam mimpinya. Salsa sangat yakin, mimpinya itu pasti berhubungan dengan penemuan-penemuan milik ayahnya.
Tiba-tiba, di depannya ada seorang kakek tua yang hendak menyebrang. Salsa dengan cepat mengeremnya, tapi rodanya sudah melaju sangat cepat, sehingga roda sepeda itu terus melaju hingga menabrak kakek tua itu. Setelah itu, Salsa tidak merasakan apa-apa, dan pemandangannya menjadi gelap gulita.
***
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar